Ketika seorang software engineer berbakat di Jakarta menerima dua tawaran kerja—satu dari perusahaan multinasional yang hanya menawarkan BPJS, dan satu lagi dari startup lokal dengan tambahan asuransi kesehatan, kerja fleksibel, serta tunjangan belajar—pilihannya jelas. Tawaran kedua terasa lebih manusiawi dan kompetitif.
Di Indonesia, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan memang wajib. Namun, mengandalkan BPJS saja tidak cukup untuk menarik atau mempertahankan talenta terbaik, khususnya generasi Millennial dan Gen Z yang mengutamakan keseimbangan hidup dan pengembangan diri.
Kerangka Hukum
UU Ketenagakerjaan mewajibkan kepesertaan BPJS. Di luar itu, tunjangan tambahan seperti asuransi swasta, program kesehatan mental, atau tunjangan transportasi tidak wajib tetapi semakin umum di pasar kerja kompetitif.
Kasus Nyata di Indonesia
Tokopedia berhasil meningkatkan retensi karyawan dengan menawarkan bukan hanya BPJS, tapi juga dukungan kesehatan mental, opsi kerja jarak jauh, dan dana pengembangan profesional.
Praktik Terbaik bagi Employer Asing
Tambahan asuransi kesehatan swasta.
Fleksibilitas kerja & keseimbangan hidup.
Investasi pada pelatihan & pengembangan karier.
Dukungan keluarga (cuti orang tua tambahan, bantuan daycare).
Menyesuaikan dengan budaya lokal seperti THR.
Kesimpulan
Paket tunjangan yang dirancang dengan baik bukan sekadar kepatuhan, tetapi strategi. Ini menunjukkan penghargaan, dukungan, dan investasi jangka panjang bagi karyawan.
Leave A Comment